Wednesday, May 13, 2009
Ternyata
Monday, May 11, 2009
cerita yang entah dari mana
Resimen mahasiswa
Unit kegiatan mahasiswa atau biasa disingkat UKM adalah sebuah kumpulan atau organisasi yang mewadahi mahasiswa dalam penyaluran minat dan bakat diluar jadwal kegiatan kuliah di kampus. Sama halnya dengan ketika kita berada di tingkat sekolah lanjutan, ekstrakulikuler memiliki peran demikian. Jadi sebenarnya UKM hanyalah nama yang lazim dipakai untuk kegiatan ekstrakulikuler di tingkat perguruan tinggi.
Adalah hal yang menarik bagi seorang mahasiswa baru ketika mulai memasuki perkuliahan. Mengikuti UKM adalah salah satu ketertarikan yang ditunggu-tunggu mahasiswa baru. Salah satu UKM yang ada di tingkat universitas adalah UKM MENWA atau Resimen Mahasiswa. Resimen mahasiswa adalah salah satu diantara sejumlah kekuatan sipil untuk mempertahankan negeri. Ia lahir di perguruan tinggi sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), beranggotakan para mahasiswa yang merasa terpanggil untuk membela negeri.
Saya, yang kebetulan mahasiswa baru di Universitas Indonesia cukup aneh pertama kali mendengar ada sebuah UKM yang bernama Resimen Mahasiswa. Karena jujur saja, sewaktu masih di bangku sekolah menengah saya jarang sekali mendengar mengenai Resimen Mahasiswa ini.
Cukup panjang ceritanya sampai akhirnya rasa penasaran dan ketertarikan saya terhadap UKM ini mendorong saya untuk masuk dalam organisasi MENWA Ui. Wira Makara, begitulah nama resimen mahasiswa di universitas Indonesia. Wira yang berarti ksatria dan makara sendiri adalah lambang UI.
Keberadaan menwa sendiri dalam wadah UKM sesuai dengan keputusan bersama menteri pertahanan, menteri pendidikan nasional, menteri dalam negeri dan otonomi daerah Republik Indonesia NO.KB/14/M/X/2000, NO. 6/U/KM/2000 dan NO. 39 A tahun 2000, tanggal 11 oktober 2000, yaitu mengenai pembinaan dan pemberdayaan resimen mahasiswa yang lahir sebagai respon positif akibat terjadinya perubahan paradigma di segala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Adanya resimen mahasiswa sempat dikritik dan mendapat perlawanan dari mahasiswa atau kalangan yang tidak sependapat atau anti dengan militer. Di dalam menwa memang terdapat kegiatan olah keprajuritan, tapi bukan berarti menwa adalah sama dengan militer lain yang pada saat orde baru dikenal sebagai penguasa. Kesan Menwa sebagai bagian dari militer ini menurut saya yang membuat sebagain kalangan tidak setuju dengan adanya resimen mahasiswa.
Dalam rangka memperjelas status keberadaan menwa di perguruan tinggi, Ditjen Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas bersama Ditjen Sumdaman Departemen Pertahanan, dan Ditjen Kesbang dan Linmas Depdagri dan Otonomi Daerah, berupaya menyusun kembali aturannya guna meletakkan Menwa pada status dan keberadaannya di kampus perguruan tinggi dalam wadah UKM, yakni dengan mencabut keputusan bersama (KB) tiga menteri, Dephankam, Depdiknas, dan Depdagri dan menggantinya dengan keputusan bersama tiga menteri Dephan, Depdiknas, dan Depdagri dan otonomi daerah. Dalam KB itu berintikan pernyataan bahwa kewenangan TNI sudah terputus atau tidak ada jalur structural lagi dengan UKM Menwa. Kemudian, diputuskan kembali bahwa dalam menata kembali UKM Menwa cukup dengan Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 212/D/T/2001 tanggal 19 Januari 2001 yang berisi memberikan wewenang sepenuhnya kepada perguruan tinggi untuk mengatur Menwa dan mengacu pada Kemendibud Nomor 155/U/1998 dan Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 208/D/T/2000 tanggal 30 agustus 2000, dengan disesuaikan kondisi perguruan tinggi masing-masing.
Begitulah sejarah singkat resimen mahasiswa yang kemudian hadir diantara mahasiswa di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi resimen mahasiswa ini merupakan salah satu wadah penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka bela Negara melalui kegiatan olah keprajuritan. Kegiatan pendidikan di resimen mahasiswa bertujuan untuk membentuk fisik, sikap, dan mental setiap calon menwa, serta memberi ketrampilan dasar olah keprajuritan guna mendukung tugas pengabdian kepada bangsa dan Negara.
Anggota menwa sebenarnya sama dengan mahasiswa lainnya, akan tetapi mereka mempunyai kelebihan tertentu dalam sikap, disiplin dan komitmen terhadap tegaknya Pancasila dan keutuhan NKRI. Cukup aneh respon beberapa kerabat ketika tahu saya ikut dalam organisasi resimen mahasiswa. Pro dan Kontra saya dapatkan, namun niat saya untuk terus belajar dan berkontribusi bergandengan dengan resimen mahasiswa ini mengalahkan input kontra dari lingkungan saya.
Saya masih dalam tahap pendidikan, ibaratnya masih sebagai calon anggota resimen mahasiswa, yang belum menyelesaikan tahap-tahap pendidikan dalam organisasi ini. Dengan sistem pendidikan yang gradual ini, dapat saya rasakan bahwa untuk menjaga semangat di jalan yang menjadi pilihan kita itu tidak lancar-lancar saja, banyak hal yang harus saya hadapi dan memang seperti itulah prosesnya. Proses yang harus kita nikmati dan jalani dengan sepenuh hati, meski pun proses itu tidak seperti yang kita harapkan.
Saturday, March 21, 2009
La Tahzan
Jam 08:35
Pagi ini gw di tebet, tadi malem mendadak gw harus kesini. Setengah sepuluh malem gw baru nyampe dengan kepala keleyengan dan perut kelaperan. Setelah sebelumnya gw ampe jamuran nunggu KRL ekonomi ui-tebet satu jam lebih. Mending gw nunggunya lagi dalam keadaan baik-baik aja. Tapi ini gak.
Sebelum jam 8 tadi malem, gw uda nangkring di stasiun UI, ga jauh dari kosan gw. Masih dengan perasaan sedih yang sepertinya ngintilin gw mulu kemana-mana. Gw duduk, trus duduk
Duduk.
Bengong.
Pikiran gw kemana-mana.
Trus balik lagi ke stasiun.
Celingak-celinguk ngeliat orang.
Minum jus jeruk yang ntah kenapa kali ini ga berasa di lidah gw.
Berasa lama banget.
Kereta ke arah bogor uda lewat sekitar 5 kali. sedangkan ke arah Kota,tujuan gw, hah??
Nihil.
Gada tanda-tanda kemunculan.
Hampir habis gw nyeruput jus jeruk yang ga berasa itu, tiba-tiba, gw denger suara nyanyian
Ada anak laki-laki kecil yang mulai bernyanyi. Ya, benar-benar kecil, gw gatau judul lagunya apaan, suaranya juga ga jelas. Yang gw tangkep Cuma satu kalimat
Jangan pernah kau coba untuk berubaaah. . .
Itu doang.
Masih terus ngegenjreng gitar kecilnya, si pengamen kecil makin asik bernyanyi.
Ntah kenapa, lagunya, nyanyiannya, suara gitarnya, bener-bener asik gw denger, walau pun gw ga ngerti. Mata gw terus tertuju ke sumber suara. Cukup lama dia nyanyi. Dan selama itu pula, gw ngerasain sesuatu yang beda. Si pengamen kecil terlihat seneng, walau pun dengan kaos putih garis-garisnya yang uda kotor sana sini, celana jeansnya yang uda kayak ngepel lantai, panjang ke injek-injek kakinya sendiri. Dan dengan gitar kecilnya. Dia terlihat senang. Dan gw?malu. gw malu ama diri sendiri. Gw harus bersyukur dengan segala hal yang uda gw terima. Apa pun itu. termasuk rasa sedih yang lagi gw rasain.
Gw sempet iri, ngeliat si anak kecil bernyanyi dengan gitarnya. Rasa kangen gw ke gitar gw tiba-tiba muncul lagi. Gitar yang uda lama gw tinggal di kota kelahiran gw. Lebih tepatnya harus gw tinggal dan gw lupain. Gw ga pinter mainin gitar. Tapi untuk sekedar genjreng-genjreng satu dua kunci gitar biasanya uda ngebuat hati gw melayang entah kemana. Masuk ke dunia gw sendiri. Meski pun ga jarang, dulu waktu gw suka nyanyi sambil genjreng-genjreng gitar, gw ditimpukin gara-gara ga enak didenger. Gw bener-bener kangen. Lengkap sudah perasaan gw tadi malem.
Si pengamen kecil pindah haluan setelah selesai nyanyiin lagu. Kali ini ke arah kiri gw. Dan mulai bernyanyi lagi, dengan lagu yang sama. . .
Perasaan gw mendingan. Ada perasaan lain yang nyelinap masuk setelah gw denger lekat-lekat si pengamen kecil.
Aneh rasanya gw ngomong kayak gini. Cerita tentang sedihnya gw. Karna seingat gw, gw ga pernah nyeritain blak-blakan kayak gini, kalo gw sedih. . .
Gw juga bingung. Kali ini cukup sulit nyembunyiin rasa sedih bagi gw. Takdir kali yaa. Hha. . gapapa deh. RAMBO sekalipun pernah sedih dan melihatkannya (kapan?)hha
Apalagi gw. Yang Cuma manusia biasa. Ngangkat upil aja mpot-mpotan, apalagi ngangkat mobil beneran kayak RAMBO.
Tapi gw bersyukur gw ngerasain sedih kayak tadi malem. Karena apa pun yang gw rasain, datangnya dari Allah. Dan apa pun maksud-Nya, pasti itu baik buat gw. Walau pun gw belum tau kenapa. Gw bersyukur rasa sedih itu gw rasain. Karena dengan kenal rasa sedih, gw bisa ngerasain gimana rasa senang. . .
Sebagian orang yang kenal baik gw mungkin sedikit aneh tau gw lagi kayak gini. Tapi sob, gw Cuma manusia. dan ketika sang pemilik hati menganugerahkan gw kesedihan. Gw harus menerima, dan menjadikan sedih itu pelajaran buat gw.
Gw jadi inget judul sbuah buku yang popular. “la tahzan”, jangan bersedih
Sedih boleh, tapi jangan berlarut-larut, apalagi sampai mengganggu hal lain di hidup lu. Semangatt
**************
Ada sms dateng. . .
Gw HARUS balik ke Depok siang ini juga !!
Cukup.LA TAHZAN
“ketika kau letih dan lemah dengan masalahmu, IKHLASKANlah semua. lebih dekatlah kepada Allah.agar tunduk disaat yang lain angkuh.agar teguh disaat yang lain runtuh.dan tegar saat yang lain terlempar”
Smangatt.
Thursday, March 19, 2009
si Mawar
Jam 19:58
Sama seperti malem malem yang lalu. Gw baru aja nyampe kosan. Lempar tas. Belom buka kaos kaki. Langsung duduk anteng depan leptop. Kangen leptop. Pengen nulis. Seperti biasa. Masih berstatus “gatau mo nulis apa”. Hanya ingin bercerita. Apa pun itu.
Tadi gw baru aja dari markas komando menwa ui, UKM yang gw ikutin di kampus, pulang ke kosan naik kendaraan favorit (baca:bis kuning). Di bikun (panggilan sayang bis kuning), gw ketemu salah satu temen gw dari fakultas ekonomi, sebut saja namanya mawar, hhe, (aneh rasanya, karna temen gw ni laki).
Si mawar keliatan rapi banget, baju rapi, rambut rapi, seger, beda banget ama gw yang buluk keringetan. Hha. Setela ngobrol-ngobrol bentar, ternyata tujuan pemberentian kita sama. Bedanya gw balik ke kosan dan dia ke ATM. Dan berpisahlah kita menuju tujuan masing-masing.hho
Udah.
Segitu aja ceritanya.
Nothing special yak kliatannya.
Sebenernya, ada cerita di balik percakapan gw yang terbilang sebentar dengan si mawar. Si mawar, sempet cerita-cerita, dia terancam ga bisa ikutin UTS minggu depan karna sesuatu, si mawar harus nemuin dosennya dulu, padahal si dosen lagi di luar negeri, cukup khawatir mengingat waktunya Cuma tinggal dua hari lagi untuk segera nemuin si dosen. Sepintas gw peratiin, si mawar cukup bingung, agak males-malesan bawaannya. Sama seperti gw yang memang “sedang” males-malesan.
Gw yang Cuma bisa bantu doa dan nyemangatin si mawar dan sebenernya, gw juga lagi nyemangatin diri sendiri. Males aja bawaannya sore ini. padahal besok gw UTS. Tinggal satu mata kuliah pula. Tapi malesnya ampun-ampunan. Gw jadi malu sendiri dalem hati. Harusnya gw bersyukur, masih bisa dikasih kesempatan UTS besok. Coba si mawar, terancam ga UTS.
Hahh. Gw harus smangatt. Ga boleh males-malesan !!
Cukup.
NB: pelajaran moral hari ini. LEPASLAH kaos kaki sebelum masuk kamar !!
Gw baru nyadar, kaos kaki yang dari tadi blom gw lepas menebarkan bau yang cukup buat aroma kamar gw aneh(baca:bau). Hhaah. DAN CUCILAH kaos kaki sering-sering !! karna jadi gini ni dampaknya !!.BAU