Sunday, December 13, 2009

monyet di UI (?)

(dok. pribadi)



Sabtu malam lalu. Sekitar jam 9 malam lewat, saya bersama dua orang teman dan seorang alumni beranjak pulang dari Pusgiwa. Dua motor beriringan menuju ke arah pondok cina. Kecepatan motor yang sengaja pelan beriringan membuat kami bisa menikmati angin malam UI sambil bercerita.

Mas Agung, sebut saja demikian (bukan nama sebenarnya), alumni UI jadul (jaman dulu), tiba-tiba melontarkan pertanyaan pada kami ketika melewati jalan sebelum FKM “pernah ketemu monyet ga sih disini?” Tanya beliau pada kami. “ga mas, emang ada gitu?” jawab saya. “ oh, ada, dulu ada”sahut mas Agung meyakinkan. “belum ngeliat UI jaman dulukan?!, wuiih, jauh banget ama sekarang”tambah mas Agung. “oh mas, UI angkatan 2008 kan PCK-nya (program cinta kampus) ngelempar benih ikan ke danau-danau di UI, tahun ini ngelepas burung-burung di stadion UI, tahun depan ngelepas monyet-monyet aja kali ya mas, biar rame !! “ saya yang membayangkan sekeliling UI banyak monyet keliaran tiba-tiba nyeletuk demikian.

Ketika masih muda dulu, tidak tidak, maksut saya ketika maba (mahasiswa baru) dulu, saya melewatkan momen program cinta kampus angkatan saya. Sungguh disayangkan, namun tak disesalkan karena memang keadaan tak mendukung. Saya lupa temanya apa, yang jelas, seluruh mahasiswa baru ditugaskan membawa benih ikan untuk dilemparkan diseluruh danau UI. Mengingat itu sudah setahun yang lewat, kira-kira sudah sebesar apa ya ikan-ikan itu? Apa mereka dapat survive mengingat tak jarang banyak sekali orang memancing di Danau UI? Atau mungkin mereka sudah masuk perangkap jaring/jala yang ditebar di danau UI?padahal yang saya tahu di UI dilarang untuk mejaring/menjala kecuali memancing. Tapi seingat saya, awal desember kemarin ketika menyebrangi jembatan antara FIB-FT, saya masih melihat ada orang yang sedang menjala di danau dibawah jembatan. Apakah benar menjala itu dilarang? Kalau demikian, sepertinya UI harus lebh strict lagi. Dan mungkin harus lebih mensosialisasikan peraturannya agar siapapun “tahu” peraturan itu.
Lain halnya dengan program cinta kampus ketika masih maba dulu. Tahun ini, ternyata saya malah bisa menyempatkan diri menyaksikan pelepasan burung di stadion UI. Maba 2009 ditugaskan membawa 5 ekor kutilang, 5 ekor tekukur dan 5 ekor merpati perkelompok. Seru juga melihat sekian banyak burung dilepas bersamaan ke angkasa, meskipun tak sedikit juga burung-burung yang ngambek tak mau terbang. Semoga saja burung-burung itu bukan burung jinak, yang mungkin setelah dilepas bakal kembali ketempatnya asalnya dijual. Hha. Semoga burung-burung itu tetap bertahan dan survive di lingkungan UI. Survive juga dari senapan-senapan angin bird hunter. Hha. Tapi sepetinya tidak ada, karena saya pun tak pernah melihat dan mendengarnya.
Angkatan saya sudah melepas benih ikan, tahun ini melepas burung, lantas kira-kira apa yang akan dilepas untuk program cinta kampus tahun mendatang? Bukan tugas saya sebenarnya untuk memikirkan. Namun tak salah juga kiranya saya mencoba berangan-angan sedikit seperti yang saya lontarkan pada cerita diawal saat saya, beberapa teman, dan seorang alumni UI terlibat perbincangan mengenai UI.
Lucu juga membayangkan program cinta kampus mendatang mahasiswa ditugaskan melepas monyet di lingkungan UI. Bisa saya bayangkan, beberapa dari sekian banyak monyet-monyet itu setelah lelah bergelantungan dipohon mereka akan bermain-main dikampus UI, dan terbayang oleh saya kebanyakan dari mahasiswi akan berteriak ketakutan, atau bahkan mungkin mereka, kaum adam, merasa demikian, takut pada monyet-monyet yang mungkin kata sebagian orang terlihat lucu & menggemaskan.
Sempat terbayang juga oleh saya, program cinta kampus tahun mendatang mahasiswa baru akan melepas kijang di beberapa sudut kampus yang telah disediakan shelter-nya. Kali ini saya terinspirasi kijang-kijang (kijang atau rusa ya?) yang ada di balhut (balik hutan) depan halte stasiun UI, yang kerap saya lewati hampir setiap hari. Waw, cost-nya pasti tinggi sekali ya.
Itu sebagian hal-hal yang terlintas dalam benak saya jika bicara mengenai UI dan program cinta kampus khususnya. Hha. Cukup menggelikan ketika saya baca kembali tulisan ini untuk mengoreksinya. Apapun itu kegiatan yang telah diagendakan dalam program cinta kampus, pasti bermanfaat untuk lingkungan UI khususnya. Saya hanya berharap, program-program mempertahankan lingkungan UI agar tetap bersih dan ramah lingkungan tetap berjalan tidak hanya pada moment-moment tertentu saja, dan bicara soal menjaga lingkungan, mari kita mulai dari diri sendiri dan melalui hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya.
Salam midnite.








2 comments:

Lulus Sutopo said...

Artikel dan Blog yang bagus mbak Lielies..
salam kenal dan sukses selalu..,
mampir ya..

Anonymous said...

cihuyy, tulisanny dmuat d anakui.com ni yee...
heheee