Friday, June 26, 2009

Berakhirnya tugas kemarin



Kemarin, tepatnya 26 juni 2009, masa tugas gw beserta dua teman untuk ngebantuin bagian informasi pengambilan dan pendaftaran SNMPTN 2009 telah berakhir. Gedung Menza, komplek SMA 68 yang menjadi lokasi tugas kita dua minggu ini tempat tujuan kita. Disana, banyak hal yang gw beserta teman dapat. Pengalaman yang belum tentu gw dapat seandainya dua minggu yang lalu gw menolak tugas ini. Dari mulai pengalaman menghadapi complain dari orang-orang sampai pengalaman sharing dengan banyak orang dengan berbagai profesi.
Sedikit cerita tentang lingkungan di sana. Gw bertemu dengan banyak orang dengan profesi yang berbeda. Ada sepasang suami-istri yang berjualan buku-buku latihan persiapan SNMPTN yang keduanya kocak abis, ternyata si bapak dan ibu sudah berjualan buku-buku ini sejak bertahun-tahun yang lalu, gak heran si bapak dan ibu hafal betul prosedur pendaftaran SNMPTN dan hal lain yang berkaitan dengannya. Dari si Bapak juga gw dapet banyak cerita, baik itu tentang bisnis, hidup, maupun hal-hal kocak yang ngebuat gw mau ga mau ketawa saking kocaknya. Setiap harinya juga gw ketemu dengan panitia-pantia penukaran formulir yang berasal dari beberapa instansi seperti UI, UNJ, dan Bank mandiri. Orangnya ramah-ramah dan enak diajak bercanda. Belakangan gw tahu sebagian dari para panitia juga telah berpengalaman bertahun-tahun menjadi panitia penukaran formulir.
Selain itu, disana juga banyak gw temui mas-masi dan ibu-ibu yang menjual buku kumpulan latihan SNMPTN yang mobile kesana kemari menawari dagangannya kepada calon mahasiswa. Bahkan mereka pun juga ngebantuin gw dan dua teman gw untuk member informasi ke calon mahasiswa ketika gw dan dua teman keteteran saking banyaknya orang yang bertanya.
Banyak lagi orang-orang yang gw temui disana, yang dari mereka satu dua hal dapat gw petik dan contoh kisah dan sikapnya. Ada si Pak syamsuri pemilik gedung yang selalu senyum ramah sambil menawari gw dan dua teman untuk minum atau makan gratis di warung-warung kecil didepan gedung, ada mbak yang jual voucher pulsa didepan gedung yang setiap hari ramah menjawab sapaan dari semua yang menyapanya, ada bapak-bapak satpam dari UI yang siap ketika dibutuhkan, ada pak yanto yang selalu ingat kalo gw dan dua teman butuh makan ^_^ (tengs pak). Ada juga empat sekawan calon mahasiswa baru yang kocak dan betah banget duduk-duduk di depan loket pengambilan formulir ampe sore, yang beberapa dari mereka ikut SNMPTN untuk mendapat kursi di farmasi dan teknik UI (gudlak yak). Ada juga satu calon mahasiswa linglung asal jogja yang betah dipojokan loket senyum-senyum mulu yang ngebuat gw ketawa (tu anak gada kerjaan banget,^_^, smoga suksess). Bahkah ga jarang, orangtua yang curcol soal anaknya yang mo ikut snmptn. Banyak ding, orang-orang yang gw temui, can’t mention them one by one here..
Overall, seperti biasanya, it’s fun . . .
Ada salah seorang orangtua calon mahasiswa yang ngobrol dengan gw “senang ya,berdiri disini, menyaksikan calon-calon penerus bangsa berjuang . .”


1 comment:

iYAZZ said...

coba lis ngerjain tugas ini beberapa tahun yang lalu, mungkin akan ketemu gw yang 'bermain dengan nasip' untuk ikut test SPMB.
Bakalan nemuin cerita yg bukan hanya lucu tapi aneh,..
"aku termasuk anak lelaki yg waktu itu belum berkawan,tapi juga kocak karena betah banget duduk-duduk di depan loket pengambilan formulir sampe sore, harapan ikut SPMB untuk mendapat kursi di teknik UI dan ITB(ternyata ga' 'gudlak').
"Gw, juga calon mahaiswa linglung dari rantau, tapi jarang senyum. Mungkin klo ketemu lis waktu itu, gw ga' bakalan buat lis ketawa".
"Ga' ada orang tua, saudara dan kerabat yg ngantarin gw.Jadi mungkin lis hanya nemuin gw duduk sendiri di pojok waktu itu"
"Dan akhirnya gw gagal di SPMB, karena keslahan gw sendiri yg ga' nyiapin diri.
Tapi, klo waktu itu orang tua gw juga hadir dan ngobrol sama lis...mereka pasti bilang :
"biar bagaimana pun, saya tetap senang menyaksikan anak saya disini...karena dia tetap akan menjadi generasi penerus bangsa"
he..he..

yg keliatan bgt baru masuk kota. Pakaian seadanya, tapi tampang so'kota.